<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391</id><updated>2011-04-21T15:47:22.386-07:00</updated><title type='text'>elegant</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391.post-114837249938613264</id><published>2006-05-23T01:13:00.000-07:00</published><updated>2006-05-23T01:21:39.500-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>HABIS GELAP (BELUMLAH) TERBIT TERANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak proklamasi kemerdekaan, setidaknya Indonesia pernah dihinggapi “awan gelap” dua kali, yaitu pada 30 September 1965, yang ditandai meletusnya G 30 S/PKI, dan 12 – 13 Mei 1998, yang ditandai dengan kerusuhan besar di beberapa kota besar di Indonesia, terutama di Ibukota Jakarta. Setelah situasi normal kembali pasca G 30 S/PKI, Indonesia memasuki peralihan kekuasaan dari orde lama ke orde baru. Begitupun setelah kerusuhan besar di Ibukota dapat dikuasai ditambah dengan mundurnya Soeharto sebagai presiden, orde baru runtuh dan Indonesia berada di orde reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, orde reformasi sudah melewati masa delapan tahun. Itu artinya, reformasi yang diusung oleh tokoh-tokoh reformis pada waktu itu dan didukung oleh mahasiswa, sudah berjalan sewindu. Delapan tahun dengan empat kali ganti presiden. Ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab, apakah yang berubah setelah reformasi berjalan delapan tahun. Sudahkah awan gelap hilang dari cakrawala Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak reformasi bergulir, yang puncaknya pada 21 Mei 1998, ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto, penguasa orde baru  selama 32 tahun. Keberhasilan itu yang diperjuangkan bukan tanpa pengorbanan. dari Penembakan mahasisa, trgaedi semanggi, hingga kerusuhab besar yang melanda Jakarta medio Mei 1998. Entah berapa banyak korban yang tewas, hilang, dan luka-luka.  Yang pasti, sejak Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya, Indonesia mulai menjalani babak baru dalam bernegara. Ketika itu sejuta harapan membuncah di setiap benak rakyat (tentunya yang pro reformasi loh…!). Harapan akan adanya perubahan. Tidak hanya berganti kepala negara, tetapi juga adanya perubahan di semua lini kehidupan, baik politik, hukum, sosial, budaya, maupun ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, harapan itu hanya tinggal harapan. Delapan tahun gaung reformasi berlalu, hasilnya belum tampak jelas. Belum lagi hasil nyata gerakan reformasi dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, seperti perbaikan ekonomi dan pemberantasan KKN, hembusan angina reformasi kian hari kian terasa lemah. Ekonomi semakin tidak jelas kemana arahnya dan KKN semakin menggila. Padahal, sejak Soeharto turun, sudah empat kali ganti RI 1, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan sekaranga SBY. Namun, belum satu kepala negara pun yang bisa membawa negeri ini ke arah pencerahan. Ekonomi semakin sulit, utang semakin melilit, rakyat semakin terjepit. Terjepit dari himpitan ekonomi yang kian hari terasa semakin berat. Harga BBM yang mahal, TDL yang “menyengat”, dan harga sembako yang melambung. Belum lagi biaya pendidikan yang kian tidak merakyat. Dan masih banyak lagi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia, seperti bencana alam dan wabah penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan gelap yang sepertinya masih enggan bergeser dari langit bumi pertiwi. Ia masih betah berlama-lama di Indonesia. Entah mengapa awan gelap itu belum juga tergantikan oleh cuaca cerah. Apa karena di Indonesia belum ada “pawang” yang bisa menyingkirkannya sehingga bumi pertiwi tidak lagi dirundung gelap berkepanjangan? Entahlah…!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bamboolarangan, 230506&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26914391-114837249938613264?l=awa06.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/114837249938613264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26914391&amp;postID=114837249938613264' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114837249938613264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114837249938613264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/2006/05/habis-gelap-belumlah-terbit-terang.html' title=''/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391.post-114725090399689482</id><published>2006-05-10T01:27:00.000-07:00</published><updated>2006-05-10T01:48:24.130-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Masuk Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang ngobrol-ngobrol kecil di sebuah masjid selepas salat Zuhur, ada sebuah tulisan yang menarik di sebuah kotak amal. Tulisan itu berbunyi "kotak masuk surga". Mungkin orang yang menulis ingin menyampaikan pesan, "Kalau mau masuk surga, silahkan beramal dengan memasukkan uang Anda ke dalam kotak ini." Sambil senyum saya membacanya seraya terbetik di hati, "Apa mungkin memasukkan uang ke dalam kotak itu bisa masuk surga?Sebegitu murahkah surga?" Sejenak saya lupakan apa yang tertera di kotak amal itu. Obrolan kecil pun berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di rumah, saya mencoba memahami dan merenungkan tulisan singkat yang membuat saya penasaran. Penasaran bukan karena salah penulisannya, karena saya memang bukan ahli tata bahasa Indonesia. Bukan juga karena salah tempat untuk menulisnya, karena saya tidak punya hak untuk melarang orang yang menulisnya. Penasaran saya lebih dilatarbelakangi oleh pertanyaan dan keprihatinan. Pertanyaan yang saya maksud adalah menagapa untuk beramal saja kita masih harus dimotivasi dengan iming-iming surga. Sedangkan yang membuat saya prihatin adalah di satu sisi media massa, terutama elektronik (televisi  dan radio), begitu ramai menayangkan acara komersial yang disisipi dengan pemberian hadiah yang tidak kecil, bahkan ada yang miliaran rupiah. Miris memang bila melihat kehidupan yang disajikan televisi dengan kehidupan nyata yang ada di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk surga atau neraka seseorang bukan hak manusia untuk menentukannya. Itu adalah hak mutlak Allah SWT. Tapi Allah Yang Maha Rahman dan Rahim telah memberikan kiat-kiat dan amalan apa yang harus dilakukan oleh manusia agar mereka masuk surga dan terhindar dari neraka. Salah satu kiatnya adalah dengan melakukan amal jariah (amal yang nilai pahalanya akan terus mengalir walaupun yang beramal sudah tiada). "Jika telah mati anak adam (manusia) maka putuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang suka mendoakan orang tuanya," demikian penegasan Rasul saw. dalam sebuah hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah kesana arah berfikir kita, tidak perlu lagi pengurus masjid atau lembaga sosial lainnya untuk menuliskan kata-kata "kotak masuk surga" di setiap kotak amal yang mereka sediakan. Jadi, walaupun surga itu milik mutlak Sang Khaliq, namun untuk memasukinya terserah kita, mau atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah masyarakat yang sudah dijangkiti sikap hidup individualis dan materialis terkadang sulit memang membujuk seseorang untuk membantu sesama. Pola pikir mereka adalah pola pikir untung rugi (untuk ukuran dunia loh..!!)Mereka selalu berfikir keuntungan dunia. Jika diajak untuk memikirkan urusan akhirat mereka jadi alergi. Baginya akhirat itu urusan nanti yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan dunia. Makanya jangan heran jika di satu sisi televisi begitu menggebu dengan acara komersial dengan hadiah miliaran, di sisi lain banyak masyarakat yang busung lapar bahkan mati kelaparan. Membantu mereka yang sedang terhimpit kesusahan, bukan saja kita telah melakukan amalan yang dapat mengantarkan ke surga, tetapi juga dapat mempererat hubungan kemanusiaan. Oleh karena, jangan berpikir masuk surga atau tidak jika beramal. Allah SWT Mahatahu kemana Dia akan masukan hamba-Nya yang gemar bebuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masuk surga atau tidaknya kita terserah masing-masing. Namun, menurut Nabi saw., semua umatnya akan masuk surga kecuali yang tidak mau (enggan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bamboolarangan, 10152006/15.25&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26914391-114725090399689482?l=awa06.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/114725090399689482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26914391&amp;postID=114725090399689482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114725090399689482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114725090399689482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/2006/05/masuk-surga-ketika-sedang-ngobrol.html' title=''/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391.post-114714813876835630</id><published>2006-05-08T19:41:00.001-07:00</published><updated>2006-05-08T21:15:38.780-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Persaingan Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membuka internet, tanpa sengaja tangan saya mengklik sebuah situs rohani. Nama situs itu www.cybermq.com. Ada sebuah tulisan yang menarik minat saya untuk membacanya. Judul tulisan itu Kaya Harta Lapang Hati, yang ditulis oleh Masrukhul Amri, seorang Knowledge Entrepreneur. Di dalam tulisannya, ia memaparkan tentang tipe manusia dalam menghadapi kehidupan yang kompetitif. Dalam menghadapi persaingan hidup, ia membagi manusia kepada empat tipe, yaitu kaya harta lapang hati, kaya harta sempit hati, miskin harta lapang hati, dan miskin harta sempit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manusia yang kaya harta lapang hati adalah mereka yang memiliki kekayaan yang cukup untuk kehidupan diri dan keluarganya. Di samping itu, kekayaan mereka juga bisa digunakan untuk mencukupi masyarakat lingkungannya. Ini adalah tipe manusia ideal. Kenapa...?? Karena mampu membahagiakan diri dan keluarganya juga masyarakat di sekitarnya. Tipe manusia seperti ini biasanya tipe manusia yang memiliki kesadaran yang kuat bahwa harta hanyalah titipan Ilahi, yang harus digunakan untuk kepentingan pribadi dengan tidak melupakan untuk digunakannya buat membantu orang lain. Jika sudah demikian maka harta bagi mereka cuma disimpan di tangan tidak disimpan di hati. Karena, jika harta sampai disimpan di hati yang akan muncul adalah sifat mencintai harta (hubbud dunia). Yang muncul kemudian adalah sifat bakhil atau pelit. Jangankan buat kemaslahatan orang lain, untuk kepentingan diri dan keluarganya saja terkadang ia enggan menggunakannya. Kalau pun ia keluarkan, itu pun dengan perhitungan untung rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manusia yang kaya harta sempit hati. Manusia tipe ini adalah mereka yang memiliki kekayaan yang mencukupi buat diri dan keluarganya, tetapi mereka tidak memiliki kekayaan yang dapat digunakan untuk mencukupi masyarakat sekitarnya. Tipe orang seperti ini biasa disebut KTP (Kaya Tapi Pleit). Tipe manusia seperti ini biasanya menyimpan harta tidahanya di tangan tetapi harta itu ia simpan sampai ke hatinya. Jadilah ia orang yang hubbud dunia (cinta dunia). Tidak hanya itu, ia pun biasanya terjangkit penyakit takut mati (karahiyatul maut). Dua penyakit ini, cinta dunia dan takut mati, disinyalir Nabi Muhammad saw. sebagai penyakit yang menghambat kemajuan kaum muslimin. Karena, orang yang memiliki penyakit ini enggan untuk diajak berjuang untuk meninggikan Islam (li i'lai kalimatillah). Mereka tidak mau kehilangan hartanya, bahkan mereka pun tidak mau mati. Pikirannya menjadi tidak rasional.Padahal, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tipe manusia yang miskin harta lapang hati. Manusia tipe  ini adalah mereka yang tidak memiliki kecukupan untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, tetapi mereka memiliki kelapangan hati untuk selalu ingin berbuat baik. Dalam pandangan Islam, tipe ini lebih bagus dibandingkan tipe kedua. Walau ia miskin tetapi semangat untuk membantu sesama selalu bergejolak di hatinya. Bukankah niat baik itu sudah bernilai pahala walaupun belum berwujud? Jadi, jangan hilangkan kelapangan hati untuk selalu  ingin membantu orang lain. Siapa tahu keinginan itu akan terealisasi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Manusia yang memiliki tipe miskin harta sempit hati. Ini adalah tipe manusia yang hina dalam pandangan Allah SWT dan manusia. Mereka kurang berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, namun mereka juga memiliki kesempitan hati untuk selalu berbuat baik. Dampaknya, mereka selalu ingin diberi tanpa mau memberi walau sekadar tenaga atau ucapan terima kasih kepada yang memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat tipe manusia di atas, ada satu tipe yang bisa disebut sebagai tipe jebakan, yaitu seakan-akan kita berada pada tipe ketiga, padahal kita berada pada tipe keempat. Contoh sederhananya, ketika ada seorang suami yang naik motor sekeluarga kemudian hujan lebat turun dan mereka berteduh di rumah yang sangat besar milik orang kaya. Karena hujannya agak lama, si suami memperhatikan rumah besar itu sambil berucap kepada istrinya, "Enak kita ya mah, walau naik motor sekeluarga karena memang belum kaya tapi hati kita lapang dan bahagia. Belum tentu loh mah, pemilik rumah besar tempat kita berteduh ini walaupun kaya raya, mereka berhati lapang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau posisi kita seperti orang yang berteduh tadi, berarti kita termasuk orang yang miskin harta sempt hati. Mengapa...???Orang itu berteduh di rumah orang kaya, belum sempat berterima kasih, sudah berkesimpulan bahwa orang kaya itu belum tentu lapang hati. Padahal, belum kenal dan belum ngobrol. Siapa tahu orang kaya itu lapang hati. Buktinya, ia  memberi kesempatan orang tersebut untuk berteduh di rumahnya dan tidak mengusirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat tipe manusia plus satu tipe jebakan di atas, salah satunya, akan selalu ada pada kita dalam menghadapi persaingan hidup. Jika kita belum mampu meraih tipe pertama, di posisi tipe ketiga juga jadilah. Teruslah berusaha untuk menjadi yang terbaik. Kalau pun belum bisa, berusahalah untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bamboolarangan, 09052006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26914391-114714813876835630?l=awa06.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/114714813876835630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26914391&amp;postID=114714813876835630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114714813876835630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114714813876835630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/2006/05/persaingan-hidup-ketika-membuka_08.html' title=''/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391.post-114681730294287576</id><published>2006-05-05T00:31:00.000-07:00</published><updated>2006-05-05T01:21:42.956-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BURUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari belakangan ini kata BURUH begitu mencuat ke permukaan. Kata itu hampir sama mencuatnya dengan kata gunung Merapi yang diperkirakan akan meletus. Lalu, apa yang menyebabkan kata BURUH begitu mencuat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bulan Mei, tepatnya tanggal satu, adalah hari buruh internasional (biasa disebut Mayday). Pada hari itu, hampir seluruh buruh di belahan bumi mengadakan aksi, baik demonstrasi ataupun mogok kerja. Di Indonesia, aksi buruh belakangan ini dipicu oleh rencana pengesahan revisi RUU No. 13 tahun 2003 tentang perburuhan. Menurut para buruh, isi RUU itu hanya akan membuatnya semakin menderita, dan membuat para pengusaha tertawa. Maka, mereka menolaknya. Penolakan itu diekspresikan dengan mogok kerja dan demonstrasi. Mereka mengagendakan akan melakukan aksi selama lima hari, dari tanggal 1 sampai tanggal 5. Jadilah aksi buruh itu mencuat, dan bisa dibilang mengkhawatirkan pemerintah. Saking khawatirnya dengan keadaan ini, Presiden SBY "menitipkan" Jakarta kepada Sutiyoso sebelum ia berangkat untuk mengadakan lawatan ke beberapa negara di Timur Tengah. Sutiyoso pun mengerahkan tidak kurang 21 ribu pasukan untuk mengamankan Jakarta dari hal-hal yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketika tanggal 1 Mei tiba, tepatnya hari Senin, para buruh di hampir seluruh Indonesia mengadakan demonstrasi. Khusus di Jakarta, pada hari H itu suasana di apgi cukuplengang. Tidak banyak kendaraan, terutama kendaraan pribadi, yang lalu lalang di jalan protokol, seperti Jalan Sudirman, Thamrin, dan Medan Merdeka. Menjelang tengah hari, para buruh dari sekitar Jabotabek, mulai melakukan demonstrasi. Sasaran mereka adalah istana presiden, gedung DPR MPR, dan kantor Menakertrans. Lambat laun jumlah demonstran semakin banyak. Hal ini membuat beberapa jalan di ibukota macet total. Tapi, syukurlah menjelang sore hujan turun. Demonstran pun membubarkan diri tanpa ada tindakan anarkis. Suasana ibukota pun lengang kembali dan jalan kembali lancar. Para petinggi pemerintahan pun mengelus dada. Aksi buruh yang mereka khawatirkan akhirnya berjalan damai. Ucapan terima kasih kepada buruh pun meluncur dari mulut wapres, Yusuf Kalla. Ia sangat respek dengan tindakan buruh. Dan Jakarta dan seluruh kota besar pun aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pada tanggal 3 Mei, tepatnya hari Rabu, para buruh melakukan demonstrasi besar-besaran kedua setelah tanggal 1 Mei. Aparat pun kembali berjaga-jaga, utamanya di Ibukota Jakarta. Seperti hari Senin, hari Rabu ini pun para buruh memulai aksinya menjelang siang. Sasarannya pun sama, istana presiden, gedung DPR MPR, dan kantor Menakertrans. Awalnya aksi itu berjalan damai. Entah kenapa ketika hari memasuki siang, mereka merambat menuju satu titik, gedung DPR MPR. Di tengah sengatan matahari yang panas, demonstrasi juga semakin panas. Para buruh semakin memadati jalan di depan gedung DPR MPR. Ketika aksi mereka tidak mendapat apresiasi yang signifikan dari para wakil rakyat, mereka pun marah. Pagar pembatas jalan tol di dan pagar gedung DPR MPR mereka robohkan. Papan iklan dan pagar jembatan penyeberangan mereka rusak. Jadilah suasana saat itu kacau balau. Sepertinya, suasana Jakarta akan chaos seperti medio Mei 1998. Untunglah aparat bertindak cepat. Suasana pun dapat dikendalikan. Aksi buruh kali ini meninggalkan sisa kerusakan, terutama di sekitar gedung DPR MPR. Pihak jasa marga mensinyalir kerugian hampir 1 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aksi buruh yang kedua, kecaman pun muncul. Pemerintah mensinyalir aksi kali ini ada yang menunggangi. Entah siapa. Namun, menurut pengamat politik dari CSIS, J. Kristiadi, ada empat faktor yang menunggangi aksi buruh itu. "Yang menunggangi buruh itu sudah jelas. Rasa putus asa, kemiskinan, masa depan yang tidak jelas, dan rencana revisi UU Ketenagakerjaan," ungkapnya saat dihubungi detikcom, Jumat (5/5/2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kristiadi, akibat 4 faktor tersebut, buruh akan semakin sensitif dalam segala tindakannya. Karena, masa depan para buruh itu akan semakin tidak jelas, terlebih dengan adanya rencana untuk merevisi UU No 13/2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah aksi itu berlalu, apa yang akan didapat oleh kaum buruh, terlebih oleh para buruh pabrik, bongkar muat, dan buruh kasar lainnya?? Entahlah...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26914391-114681730294287576?l=awa06.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/114681730294287576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26914391&amp;postID=114681730294287576' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114681730294287576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114681730294287576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/2006/05/buruh-hari-hari-belakangan-ini-kata.html' title=''/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391.post-114679793477724276</id><published>2006-05-04T19:57:00.000-07:00</published><updated>2006-05-04T19:58:54.786-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Tujuh Alasan Mengapa Saya Membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membaca itu Ibadah. Dasarnya adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1 – 5. Bukankah pada ayat itu Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca. Dalam kaidah usul fikih asal dari suatu perintah adalah wajib. Maka, perintah membaca itu berarti suatu kewajiban dan menjalankan kewajiban mendapat nilai ibadah di sisi-Nya. Dengan demikian, membaca merupakan ibadah.&lt;br /&gt;2. Dengan membaca aku jadi tahu. Tidak percaya…?? Coba kita ingat-ingat lagi, dari mana pengetahuan yang kita telah miliki? Bukankah itu semua dari hasil bacaan kita? Kita tahu kalau langit dan bumi itu memiliki lapisan dari membaca. Dan banyak lagi pengetahuan yang kita dapati dari hasil membaca. Membaca yang membuat pengetahuan kita bertambah&lt;br /&gt;3. Membaca itu mudah. Membaca bisa dilakukan di mana dan kapan saja, bahkan dengan posisi apa saja. Membaca bisa kita lakukan di meja belajar, di perpustakaan, di halte bis,di dalam mobil (mobil angkot atau mobil pribadi), di taman, bahkan di WC…he..he...Waktunya pun bisa kapan saja, pagi, siang, atau malam hari. Bisa kita lakukan sambil duduk, berdiri, jongkok, atau tiduran. Walau, katanya, membaca sambil tiduran itu nggak baik buat kesehatan, terutama kesehatan mata. Membaca itu memang mudah kan….??&lt;br /&gt;4. Banyak yang bisa dibaca. Apa saja bisa kita baca. Tidak terbatas pada buku atau surat kabar. Spanduk dan poster di pinggir jalan juga bisa kita baca. Pokoknya apa aja bisa kita baca…yang penting ada tulisannya. Yang dibaca juga tidak mesti buku, koran, majalah, atau tabloid baru. Bekas bungkus cabe juga bisa kita baca. Jadi, bacalah apa saja yang kita temui, mungkin dari situ inspirasi kita buat memulai sebuah tulisan muncul.&lt;br /&gt;5. Alam pun dapat kita baca. Akhir-akhir ini masayarakat di sekitar gunung Merapi sedang waswas bercampur panik karena gunung Merapi akan meletus. Hal ini diketahui bukan saja dari Vulkanolog, tapi juga dari gejala yang ditunjukkan oleh alam, seperti aktivitas gunung Merapi yang semakin meningkat atau hewan-hewan di sekitarnya yang mulai “turun gunung”. Allah SWT Sang Pencipta alam juga banyak memerintahkan manusia agar membaca ayat-ayat-Nya, baik ayat yang tertulis (Alquran) maupun ayat yang tidak tertulis (ayat kauniyah), seperti alam dan seluruh isinya. Dengan membaca alam akan membuat kita sadar bahwa kita ini memang makhluk lemah di hadapan-Nya.&lt;br /&gt;6. Membaca dapat menambah teman. Contohnya,  dengan sering membuka dan membaca milist kita jadi tahu kalau teman kita itu banyak. Coba aja daftar di milist penulislepas. Satu atau dua hari kita buka milist itu, yang masuk ke alamat email kita udah bejibun. Belum lagi kalau kita rajin membaca di perpustakaan. Setiap kita datang pasti ketemu orang yang berbeda. Di situ kita dapat kenalan. Atau kalau kita rajin membeli buku, kita bisa masuk komunitas pembaca sebuah penerbit, yang anggotanya bisa mencapai ribuan. Dari sini kita akan memperoleh banyak teman.  &lt;br /&gt;7. Saya belum bisa menulis. Inilah yang membuat saya rajin membaca. Belakangan, ketika ada seorang teman yang menyuruh menulis, saya agak gelagapan. Masalahnya satu, karena saya belum bisa menulis. Selain saya memang belum terbiasa menulis, saya juga agak males buat membaca. Kalau pun selama ini saya pernah membaca, apa yang say abaca terkadang tidak banyak berbekas dalam ingatan. Makanya, mulai saat ini saya tekadkan membaca untuk menulis. Kalau belum bisa menulis mengapa tidak membaca saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau alasan yang saya buat ini masih kurang, dengan penuh rasa hormat, tolong ditambah ya….thank’s.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26914391-114679793477724276?l=awa06.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/114679793477724276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26914391&amp;postID=114679793477724276' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114679793477724276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114679793477724276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/2006/05/tujuh-alasan-mengapa-saya-membaca-1.html' title=''/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391.post-114621210433162721</id><published>2006-04-28T00:16:00.000-07:00</published><updated>2006-04-28T01:15:04.340-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Tersinggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ketersinggungan itu muncul ketika ada hal diluar diri kita yang tidak berkenan dan terasa menyerang ke-aku-an kita. Tersinggung itu sendiri memang berkaitan dengan kondisi kejiwaan dan perasaan kita. Setiap kita memiliki sifat tersinggung, karena kita punya jiwa untuk merasa dan ego. Namun, terkadang sering salah menempat rasa ketersinggungan kita itu sehingga cuma menjadi sebuah kemarah yang membabibuta. Ada beberapa contoh nyata dari ketersinggungan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu para suporter terlibat tawuran. Padahal mereka berasal dari satu kota, Tangerang. Mereka saling serang. Mereka begitu emosi. Para pengguna jalan tunggang langgang menghindari massa yang begitu beringas. Batu dan benda keras berterbangan. Beberapa orang aparat keamanan berusaha melerai mereka. Mereka dihalau, malah menyerang. Yang terjadi akhirnya adalah bukan tawuran antarsuporter, tapi mereka bentrok dengan aparat keamanan. Bentrokan antarsuporter itu sebabnya cuma sepele, mereka merasa TERSINGGUNG. Ketersinggungan itu muncul karena awalnya mereka saling ejek. Tersinggung yang mengakibatkan terabaikannya hak-hak publik berupa rasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari kemudian di sebuah pengadilan terjadi cacian terdakwa terhadap JPU (Jaksa Penuntut Umum). Terdakwa, yang kata mantan petinggi sebuah BUMN, begitu berang kepada jaksa. Saking berangnya ia melempar tulisan "jaksa" yang terbuat dari benda keras ke muka jaksa. Gara-garanya apalagi kalau bukan TERSINGGUNG. Tersinggung karena terdakwa merasa jaksa penuntut umum menuntutnya didasari oleh rasa dendam, bukan oleh rasa keadilan. Jadilah penagdilan sebagai ajang caci maki. heemmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang sama, di sebuah angkutan umum, seorang calo angkot (biasa disebut "timer") begitu marah dengan seorang kondektur. Sang timer itu menempeleng wajah si kondektur sambil memaki. Tempelengan itu bukan cuma sekali, tapi berkali-kali. Si kondektur pun bukan tidak berani melawan, sebab sesekali ia juga menghindari tempelengan itu. Mau tahu sebabnya kenapa sang calo begitu marah? eheem...katanya ia sangat TERSINGGUNG karena si kondektur tidak ikhlas waktu memberinya uang timer. Baginya, tidak usah bertanya ada sewa atau tidak yang naik, uang timer itu adalah uang wajib bagi angkot yang lewat di "wilayahnya". Jadi, mau ada sewa atau tidak, uang itu wajib ia terima. Jangan pernah bertanya macam-macam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah sekolah ceritanya lain lagi. Seorang guru yang sebenarnya memiliki tugas mulia, yaitu mendidik anak bangsa, malah begitu tega menganiaya anak didiknya. Anak didiknya dipukuli layaknya pencuri yang ketangkap basah. Jadilah anak didik itu luka. Malah lebih dari sekedar luka, tapi bonyok. Pasal apa yang menyebabkan Oemar Bakri itu berbuat demikian? Lagi-lagi sebabnya cuma persoalan sepele. Si pahlawan tanpa tanda jasa itu merasa TERSINGGUNG karena anak didiknya itu belum melunasi uang iuran sekolah. Padahal ia sudah berkali-kali menegurnya. Weleh-weleh...sampai kapan kita akan menjadi bangsa yang cepat TERSINGGUNG cuma masalah sepele....(28/04/06).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26914391-114621210433162721?l=awa06.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/114621210433162721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26914391&amp;postID=114621210433162721' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114621210433162721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114621210433162721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/2006/04/tersinggung-biasanya-ketersinggungan.html' title=''/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391.post-114612284675967051</id><published>2006-04-26T23:34:00.000-07:00</published><updated>2006-04-27T00:27:26.766-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Like and Dislike&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, judul tulisan ini memang disengaja menggunkan bahasa Inggris. Bukan buat apa-apa,menurut saya, cuma untuk lebih mudah dipahami. Maaf juga kalau ternyata judul tulisan ini agak sulit dipahami. Baiklah, judul di atas akan saya artikan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Judul di atas itu biasa diartikan dengan "suka dan tidak suka". Gimana, masih kesulitan untuk memahaminya? Kalau memang masih, coba baca terus tulisan ini sampai akhir, mungkin akan didapati pemahaman dapat membuka cakwarala kita tentang perasaan jiwa pada hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun sebenarnya sah-sah saja untuk mengatakan dan menyatakan suka kepada sesuatu (orang, hewan, benda, atau hal-hal lainnya). Siapa juga boleh-boleh saja mengatakan dan menyatakan tidak suka terhadap apa pun. karena memang setiap kita memiliki cara pandang dan perasaan yang berbeda untuk menyukai dan tidak menyukai sesuatu. Jadi salah besar jika ada orang yang memaksakan agar kita menyukai sesuatu yang ia sukai padahal kita tidak suka. Sebagaimana salah besar juga kalau ada yang memaksakan agar kita tidak menyukai pada sesuatu yang kita sukai. Jadi tidak usah main paksa yang akhirnya memerkosa hak orang untuk menyukai atau tdak menyukai sesuatu. Setiap kita bebas memilih, kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi persoalan, manakala kesukaan dan ketidaksukaan kita terhadap sesuatu itu didasari oleh hal-hal yang subyektif. Artinya, ketika kita menyatakan suka atau tidak suka bukan karena didasari oleh sentimen pribadi. Karena jika hal ini yang berkembang, bukan tidak mungkin kita akan menyukai sesuatu yang menurut ukuran umum dan didukung oleh acuan yang layak (seperti kitab suci atau undang-undang yang sudah disepakati)dikatakan salah, yang seharusnya kita tidak suka. Karena ada sentimen dan ambisi pribadi, kita jadi menyukai sesuatu yang salah itu. Begitu juga akan terjadi sebaliknya, terhadap hal-hal yang semestinya kita tidak sukai ternyata kita&lt;br /&gt;menyukainya. Jadi, jika kita suka atau tidak suka terhadap sesuatu, bersikap objektiflah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyukai dan tidak menyukai sesuatu pun ada aturannya. Jangan karena kita terlanjur suka terhadap yang ini, maka yang itu kita abaikan. Sukailah sesuatu itu sekadarnya saja dan bencilah juga sekadarnya saja. Jangan kita habiskan rasa suka kita terhadap sesuatu atau kita tumpahkan rasa benci kita semuanya. Karena, boleh jadi sesuatu yang sangat kita sukai itu suatu saat menjadi sesuatu amat kita benci. Begitu juga sebaliknya, bukan tidak mungkin apa yang kita benci hari ii akan menjadi sesuatu yang sangat kita sukai di masa datang. "Sukailah apa yang engkau sukai sekadarnya saja, boleh jadi suatu saat ia akan menjadi sesuatu yang engkau benci. Bencilah apa yang engkau benci sekadarnya saja, bukan tidak mungkin ia akan menjadi sesuatu yang engkau sukai di suatu saat nanti", demikian pesan manusia agung, Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, anda boleh menyukai saya sebagaimana anda juga boleh tidak menyukai saya. Itu hak anda. Tapi ungkapkan semua itu secara objektif dan sekadarnya. Bagaimana...???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26914391-114612284675967051?l=awa06.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/114612284675967051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26914391&amp;postID=114612284675967051' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114612284675967051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114612284675967051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/2006/04/like-and-dislike-maaf-judul-tulisan.html' title=''/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26914391.post-114595330248756224</id><published>2006-04-25T00:53:00.000-07:00</published><updated>2006-04-26T20:31:52.353-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Ada hal aneh bila ada orang yang anti perubahan. Perubahan adalah suatu keniscayaan dalam hidup. Sebab, hidup itu sendiri berjalan karena ada perubahan. Coba kita lihat, dari mulai kita "nongol" ke dunia ini. Kita dilahirkan cuma seorang bayi yang tidak mampu berbuat apa kecuali menangis. Lalu, seiring waktu, kita tumbuh menjadi kanak-kanak. Ketika itu kita mulai mengenal orang di sekitar kita. Walau hanya sebatas "enyak, babe, ame mpok" plus ditambah "encang ame encing". Waktu pun berubah, kita menjadi anak-anak. Orang yang kita kenal pun bertambah, entah dari teman bermain, teman sekolah, atawa tetangga. Seiring waktu berputar, kita menjadi remaja dan dewasa, yang akhirnya menjadi tua dan kembali kepada-Nya. Bukankah ini terjadi karena perubahan..?? Coba dech renungin lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karir juga mestinya kita berfikir positif tentang sebuah perubahan. Masa sich kita mau begini-gini aja. Kalau sekarang posisi kita office boy, kenapa kita ga berfikir buat menjadi office boy senior. Ini berarti kita sudah berfikir positif tentang perubahan dalam karir. Begitu juga untuk karir-karir yang lain. Mencoba untuk menjadi lebih baik adalah sebuah keniscayaan. Hal ini dapat kita lakukan jika ada semangat untuk berubah ditambah kecakapan, keterampilan, dan ilmu pengetahuan. Kalau semangat untuk berubah aja udah nggak ada dalam diri kita, lebih baik jangan pernah berkhayal buat maju. Mending jadi kambing aja kali, diajak kesana "embeeek"...ditarik kesini "embeeek"...he..he..Masa sih kita mau kaya gini aja...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana nih ada semangat nggak buat berubah. Nggak usah berfikir melakukan perubahan secara besar-besaran dulu. Mulailah dari yang kecil dan dari diri sendiri. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum/orang sehingga kaum/orang itu mau mengubah pola fikir mereka sendiri". Jadi, teruslah pupuk semangat untuk berubah, Dia Yang Mengubah segala-galanya pasti akan membukakan kita pintu perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam perubahan....!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26914391-114595330248756224?l=awa06.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awa06.blogspot.com/feeds/114595330248756224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26914391&amp;postID=114595330248756224' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114595330248756224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26914391/posts/default/114595330248756224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awa06.blogspot.com/2006/04/ada-hal-aneh-bila-ada-orang-yang-anti.html' title=''/><author><name>Mustawa Elegant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16827302754306733153</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
